📂 Langkah 1: Membuat Struktur Folder
Buka terminal (atau File Explorer) dan buat folder utama dengan struktur sebagai berikut. Pastikan kamu berada di dalam folder proyek ini sebelum lanjut ke tahap koding.
/ai-research-dashboard
├── /backend
│ ├── app.py # Server Utama (FastAPI)
│ ├── agents.py # Logika AI Agent & Tools
│ └── .env # API Keys (Jangan di-upload ke GitHub!)
├── /frontend
│ ├── index.html # Kerangka Dashboard
│ ├── style.css # Desain Monokrom fadam24
│ └── script.js # Penghubung ke AI
└── requirements.txt # Daftar "Bahan Baku" (Library)
🐍 Langkah 2: Menyiapkan Virtual Environment (Venv)
Agar library AI kita tidak bentrok dengan proyek lain, kita wajib pakai venv. Di dalam folder /ai-research-dashboard, jalankan perintah berikut di terminal:
# Membuat environment
python -m venv venv
# Mengaktifkan environment
# Jika di Windows:
venv\Scripts\activate
# Jika di Mac/Linux:
source venv/bin/activate
📦 Langkah 3: Mengisi requirements.txt
Buka file requirements.txt dan masukkan daftar library yang kita butuhkan. Kita akan menggunakan FastAPI untuk server, Uvicorn untuk menjalankannya, dan Google Generative AI sebagai otaknya.
Isi file requirements.txt:
fastapi
uvicorn
google-generativeai
python-dotenv
pandas
Setelah itu, instal semuanya dengan satu perintah:
pip install -r requirements.txt
🔐 Langkah 4: Mengamankan API Key
Buat file bernama .env di dalam folder /backend (atau di root folder juga boleh). Masukkan kunci rahasia kamu di sana:
GOOGLE_API_KEY=AIzaSyAxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
💡 Tips Arsitek: Kenapa Struktur Ini?
Kita memisahkan Backend dan Frontend.
- Jika suatu saat kamu ingin mengganti tampilan webnya (Frontend), logikanya (Backend) tidak akan rusak.
- Sebaliknya, kalau kamu mau ganti dari Gemini ke GPT, kamu cuma perlu utak-atik folder
/backendtanpa menyentuh tampilan web.